Selasa, 04 Juli 2017

Sebuah Pengabaian bagi Seseorang

ada radar yang mendeteksi tiap hal-hal yang tersirat :*

Siapa yang akan peduli pada daun kering yang rapuh
Siapa yang akan menangisi senja yang pulangnya lebih cepat
Siapa yang akan terpukul atas kepergian burung yang tak pernah ia pelihara
Tak ada yang terluka atas apa yang bukan miliknya
Tak ada yang akan rela dirinya menyia-yiakan waktu memikirkan atas apa yang tak ia ingin ributkan
Tak ada, kecuali perkaranya sendiri.
Pada kesekian kalinya, banyak yang terlewatkan, banyak yang dirasakan hati atas sebuah pengabaian
Pada kondisi wajar, beberapa orang akan memilih untuk mengabaikan rasa tak peduli seseorang pada dirinya, karena ia tak lagi ingin merasa miskin atas apa yang disisakan tunggu. Sebab tunggu bagi mereka ialah sesuatu yang takkan mereka dapatkan. Mereka akan mencoba diperuntungan yang lain, menggantung ingin pada pundak yang bersedia memberikan sebuah pengabulan. Bagi mereka, waktu ialah sebuah kesembuhan dan penemuan lainnya sampai ia mereka begitu tepat untuk berhenti.

Namun sebagian orang akan merasa langit seketika runtuh, nestapa seolah sedang senang mengurung dirinya. Terasa ia sedang diasingkan jauh dari peduli apalagi sentuh sebuah kasih. Di kepalanya tumbuh pohon kesepian yang makin meninggi dan penuh cabang tanpa ampun menghujamnya dalam kesendirian. Baginya tak ada lagi pinta, tak lagi ada bintang yang ia harap jatuh mengabulkan mau. Ia pikir menunggu adalah sebuah perubahan.Ia menantikan apa yang ia pikir akan berujung manis pada dalam hatinya ia sudah begitu muak untuk menunggu lebih lama. Ia menguatkan dirinya dengan janji-janji yang padahal tak pernah diucapkan seyakin ia menerima janji. Ia menumbuhkan rasanya dengan sebuah percaya, walaupun ia diingkari.

Tidak ada komentar: