Selasa, 31 Desember 2013

Amazing Day

ada radar yang mendeteksi tiap-tiap hal-hal yang tersirat :*


Hell to the loooowwwwwww HELLLLLOOOOO pembaca kece !
Tot tot tot tot tot tot tot tot TOOOOOOOOT *tiuptrompet*


Happy Happy Happy New Year !!

Tepat tanggal 1 Januari 2014 jam 5.21 , mata gue masih melek PEMIRSA !! Lo penasaran kagak? Penasaran kan? Iya kan? Gue tau lo selalu kepoin gue, karna gue cewe menawan sejagat jalan raya depan rumah gue :p *benerinjambul*. Lo tau gak hari ini penuh dengan kemistisan para manusia bloon :'' #sooototherrryuntukceman-cemans. Oke dimulai dari rencana tahun baru yang diaadain oleh ketua tingkat (irfan) yang lagi happy happy new yearnya *eh lagi happy birthday , nah rencananya itu, kita sekelas ngerayainnya dirumah temen gue yang demi apa tinggi badannya buat gue gak nahan #loh, dia bisa masuk ke 16 besar putri mutiara looooooooo -____- amazing gak? GAK ? Ya gue tau :D .
Marina ini, ceritanya ngejemput gue kerumahnya. Gue seneng sih, soalnya gue gak harus meronggoh kocek untuk BBM yang meninggi menembus awan mengelilingi samudra mendaki gunung melewati lembah. #sambilmegangsapubergayaladygaga,uyeeee!.
Back to story..
Singkat cerita gue mendarat dengan cantik dikursi rumahnya marina, lo tau gak , #GAK. Mau ya mau, gue cuma berdua ma marinaaaaaa, mana ujan , becek cek cek~ . Oke ini artinya gue ma temen gue yang ada didepan gue sekarang harus menunggu dengan menawan ceman-cemans yang lain. Oke menunggu , menunggu, menunggu, menunggu.. Dua per satu ceman-ceman gue mulai berdatangan dan faktanya gue masih menawan.. Yaitu itak si ratu jomblo dan M. zainul muhlis si pembasmi makanan . Dan kami sekarang ber 4, menunggu, menunngu, menunggu.
1 jam berlaaaalu ~ jam dinding pun tertawa dan aku hanya diam dan membisu hoho, ingin ku maki ceman ku sendiri yang tak berkutik didepan pak bakwan yang menari oplosan.. Karna sesuatu dentuman besar dari perut kami, oke kami ikut joget oplosan upsss mesen bakwan.
Setelah seabad berlalu *bulujengkotkamitumbuhsemuaaaahceman-cemans :'(
Seketika itu pula para cowo-cowo bloon eh kece dan tampan aja *barusanguedilihatgolokmaketuatingkatgue*datang dengan basah-basah-basah. Kami yang dirumah langsung cukuran dan tebarin karpet merah.
-singkatcerita-
Temen gue mita , iya mita yang setia jadi jemuran buncit (mantan yang gak bisa buat move on). Dia masih stay dirumahnya -__-, pengennya dijemput buncit, kalo buncit gak bisa suruh yang lain jemput mbak (isi pesannya buat gue). Dan jreeeeeng gue ma marina otomatis bukan manual punya ide untuk hubungi muhajirin (temen gue yang gak pernah bolos kuliah, percaya deh gue lagi bohong). *gue nelpon muhajirin, dan dia mngiyakan, dan gue dengan cantik berani gue sms mita lagi . *dret-dret* (sms mita; astaga satria? Nggak dah mbq. Dan ternyata pemirsa ide cemerlang itu pupus sudah, baru ku sadari, ide ku bertepuk sebelah tangan ~ nyanyilagi* maklum suara gue gak ngaalahin suaranya katty perry , sekali lagi gak ngalahin. Dia gak bisa naek satria F, entah mengapa-entahberantah alasannya gue gak mau denger.
Oke -cut- mita dijemput muhlis , jangan tanya kenapa, gue gak mau cerita. Kenapa? Tanya sendiri ma orangnya . Ketik REG (spasi) kepo KIRIM ke 1709. Mita , muhlis , odink (manusia yang selalu menampakkan diri dengan kamera dengan menampilkan belakang dari keseluruh tubuhnya, entah gue gak ngerti demi suster ngesot), lola (ini nama manusia loh, bukan loading lama, atau sbg, etc, dll, dia ini menngenakan celana bermotif macam eh macan. Trus kenapa?*ngangkat kerah baju* Gak kenapa-napa sih, ampun mbah eh mbak). Dimulai mita masuk dengan cantik, disusul muhliiiiis, dan permirsaaaaaaa, selangkah dua langkah dia bisa berjalan dengan benar, mampu menjaga keseimbangan dengan baik, dan dan dan dan dan dan dan, TERNYATA dia kemudian salto *buat nunjukin ke kita kalo badannya dia itu sispek* dilantai yang licin (*abis pake superpel, bukan bukan tapi ujan , ujan #maafgue mengkambing putihkan hujan #sungkemseketika) dan akhirnya dia keseleo dan akhirnya dia slow motion jatuh telak dengan cengengesan , dan lo mau tau gak , kalo pas dia jatuh, tanah bergetar sekitar 10 detik. Hooowooooo dahsyatnyaaaa. *prok prok prok.
Rumah yang tadi hening kerontang tak bernada , pecah oleh tawaa. Huwahahahaha. Mampus lo, banyak tingkah sih. Rumah semakin ramai dan berbagai macam kegiatan kita lakukan; online *maklum wifi gratisan, NONTON, beli ikan, daan JUDI menjanjikan kemenangan, JUDI menjanjikan kekayaan ~
-okecut gue gak cerita tentang tahun barunya-
Sekitar pukul 02 lebih entah gue gak tau bagian kangen pacar, kita komplotan orang kece menemukan yang namanya hidup (makan maksudnya) setelah makan, kami pun kembali ke dimensi masing-masing; ada yang curcol (anak alay) , bersih-bersih (anak cleaning service) *mukajahat*, dan lagi-lagi JUDI (anak roma irama dong ya). Lo tau kan temen gue marina si tingginya nausubillah? Itak si hobi bilang *cariin gue pacar* , iyak mereka MULAI LAPAR *goyangalabapaktuadiilkan* eh bukan lapar woy bukan ! Mulai lelap cantik , marina dan itak pun masuk kamar, entah ya kenapa juga marina keluar kamar, mungkin dia pengen liat muka cantik gue sebelum dia tidur, dia melangkah keluar, perlahan tapi pasti *plaaaaaaaaak* Hahahahahaha iyak dia (marina) jatuuuuuuuuuuuh terpelosot pemirsa karena pesona gue yang terlalu menawan atau karena bidang dahinya mita begitu kinclong , jadi kekuatan mak ina eh marina kalah oleh mita *kekuatan putih dan hitan seperti filem indosiar*maaf, semoga dia gak baca, AMIN, alfatehah, yasin, WOY kepanjangan!* .
Demi korlap yang ngehukum mahasiswanya , kita ketawain sampe puaaaaaaaaaaas, syukurin !
-oke cut, gue kagak bisa tidur + mita ikutin amerika eh amnesia eh insomnia yaaa kita JUDI JUDI JUDI -____- . Yang judi gue sebutin yak , bisa eksis gitu diblog gue dan ini request ceman gue yaitu ; Wandi (pake baju merah: dia yang nyuruh gue nulis kayak gini, sumpah gue gak bohong, dia agak kece sih, ueeeeeek *muntah* gue disuruh juga buat nulis ini, dia punya -secret- oke gue kagak buka aib lo disini, dia satu-satunya cowo yang punya ketakutan dengaaaaan jeng jeng jeng jeng , serigala? tidak-tidak, kecil? iya bisa jadi, KECOA? iya iyaaaaaaaaaaaaak, 1 juta rupiah ! , oke cukup sekian_) selanjutnya, hasbi (ustad, entah gue gak bisa ngomong apa-apa, gue gak bisa ngedefinisikan dia seperti apa , gue takut kualat), mita (dia orangnya wis wis, loh tau wis-wis itu apa? iyaaak itu gopoh ! apa mungkin bahasa indonesianya, oya juga dia dulu gak bisa maen remi lo, tapi setelah dia bersemidan berguru dengan wiro sableng dia sekarang jadi tangguh begete, canggih beuds, dan sekarang di jidatnya ada tulisan 212) , itu aja yang lain uda pada tidur kecuali muhajirin, firman (oya yang satu ini asalnya dari bima. BIMA? lo gak tau? cari dipeta ya? O ya di takut sama bapaknya marina), julhan ( dia ini, orangnya kalo ngomong , GILAAAK ; kayak pembaca berita, jeremi tetih? kalah! Veni rose? Uwaaaaaa julhan ini lebih menyilet-yilet hati anak kelas 3 C dengan suaranya.), ardi ( dia ini punya sejoli temen sekelas jugaaaaak! -okesipdgadahubungansamague-)..
Sekitar hingga jam 4 lebih gue mulai bosen JUDI ! gue masuk kamar aja deh *dalem hati* gue melangkah pergi dari kerumunan fans gue #plak *gueditendangdariduniahayal*. Gue berjalan melangkah dengan cantik sperti diatas ketwok oke digarisbawahi ketwol ! gue salah!. Gue gak tau, kalo dibelakang gue mita ikutan berjalan kayak gueeeeeeee pemirsa !!!! dan plaaaaaaaaak dia jatuh bangun aku mengejarmu #ehapasih- dia jatuh dilantai, persis seperti marina dengan tampang tak tau malu ! OMG dia tertawa dan kita tertawa ! Akhirnya celananya basah, eh dia malah make bawahan mukena buat ganti celananya yang basah akibat dia jatuh. Oke selanjutnya gue ceritanya mau solat nih, " Mita, mita , saya mau solat nih, maeh *tarik-tarik roknya*! ". "eh mbaq dia basah celana saya :'( *tampang menyedihkan*. " Yaudah ada sarung? , WOY sarung, sarung !"

Mungkin karena gue teriak dengan merdu, itak terbangun, dan bilang, "ini nih *sodorin ikat rambut*. OMG -bacok gue bacok-

Oke sekian , tahun baru gak jadi liat sunrise -______- .

Rabu, 18 Desember 2013

What Should I do?

ada radar yang mendeteksi tiap-tiap hal-hal yang tersirat :*

Selamat tenggelam dalam firasat yang bengis dan membuat kita terjaga !

Tentang firasat, kini aku merasakan, nyata, begitu nyata dan senyata-nyatanya. Bukan semacam kunang-kunang yang kedap-kedip.
Tentang nafas yang selalu menggema ; bee bee raa raa t . Begitulah.
Boleh aku berbisik lirih? ; aku si pencemburu amatir . Cemburu yang telah memonopoli sebidang hati. Dimana hati itu dalam fase memperbaiki diri yang sempat mengikis peduli. Hati yang ingin menyentuh predikat bahagia. Lantas? Apa yang harus aku lakukan? Ketika hati sendiri menipu untuk tidak berkata ; aku sedang marah, aku menangis, dan aku menelan kekecawaan.

Aku mendengar suaramu diujung telepon tadi, berceloteh tak jelas, dan tak jarang kau menggoda kesabaranku. Diujung sana kau tak mampu menerka apalagi melihat garis wajahkku yang gusar atas apa yang kau lafaskan tadi. Aku berusaha menahan ritme nafasku untuk tetap tenang, mengalikan relung yang sesak. Mendengar jawabanmu dan tanya dariku, membuat anganku berbisik; Kau mengenyahkan aku dalam waktumu saat hari jadi 3 bulan kita dan aku bukan siapa-siapa. What should i do?

Sesaat kau bertanya hal-hal citra tentang masalaluku, apa aku merindukan kenangan? Semoga saja kau percaya bahwa hati dan mulutku tidak sedang bersengkongkol untuk berdusta. Aku tidak lagi terjebak nostalgia masalalu atau kecipratan lumpur kenangan.



Semoga saja aku tidak dihantui oleh keluh sekarang. Keluh yang menggaungkan; hidup tak lagi menarik, hidup seolah-olah menunggu akhirnya saja, menanti hal mengganjal, segala hal berpaut pada firasat.

Maaf untuk keegoisanku sekarang dan atas celotehanku yang tidak penting, mungkin karna aku sadar, aku mulai mencintaimu lebih dari kemarin , maaf atas kelancanganku ..

Kamis, 05 Desember 2013

Tak semestinya :*

ada radar yang mendeteksi tiap-tiap hal-hal yang tersirat :*



Haloo halo..
Hari ini saya  sedang tercengang sendiri dan berpikir tentang sebuat status teman dijejaring sosial saya, begini nih statusnya : 

dia kan baru pacar orang, belum suami orang,
jadi...
jangan kakulah kayak buku baru

peduli amet !!

-senyum sinis-

What do you think about it?
Kalo saya sih langsung terinspirasi buat nulis -_-
Statusnya kacau banget kalo dirasa, seseorang yang terambisi untuk merusak hubungan orang lain. Okelah, saya tidak seharusnya berkata seperti itu, tapi mari kita berpikir panjang dan menelaahnya lagi.
Dia kan baru pacar orang? Lalu mengapa kalo sekedar pacar? Kamu punya hak memperjuangkan atau merusak gitu? Apakah jika kamu berhasil mendapatkannya, lalu kamu bisa membahagiakannya? Coba berpikir sebentar saja, jika kekasihmu (orang yang kamu cintai) di rebut, ditikung, diganjenin, digodain, dan semacamnyalah apa kamu rela? Risih gak sih? Uring-uring gak sih? YAKIN gak cemburu? Kalo gak cemburu katanya mario teguh, maka sesungguhnya kau tak mencintainya (kuranglebihnyabegitu) tp cemburunya dalam batas wajar tidak membabi buta hingga menuju ke tindak pidana kekerasan (awwww, cruel).
Lanjut ke kata PEDULI AMET ? menurut analisa saya, itu kata yang egois, mengapa? I think, dia ingin memilikinya, dia ingin mendapatknnya demi tawanya sendiri. Pernah gak kamu mikirin perasaan kedua pasangan yang terikat dalam hubungan pacaran tersebut? Mereka pacaran tentu karna sayang, cinta; karna itu juga cinta adalah kebahagian bagi keduanya. Lalu pantaskah kamu mengusik lembah kasih itu hanya karna kebahagianmu sendiri?
Maaf, jika saya berpendapat seperti itu, sebenarnya tak ada yang salah dengan cinta yang ada dihatimu, yang salah adalah ketika kamu harus muncul sebagai orang yang ke sekian hanya untuk merebut, mengusik, mengotak-atik hati dan pikirannya dengan terus menghubunginya tanpa batas, maka kau hanya melihat masa depanmu ;) .
Buat siapapun yang mencintai namun telah termiliki oleh yang lain ; Kamu cukup mencintainya, memandangnya diam-diam dari sudut yang tak terlihat olehnya. Hingga saat kelak, JIKA ada tangis, tangis, dan tangis dalam hari-harinya , maka itulah saat yang pantas untuk MEMPERJUANGKANNYA bukan saat ia bahagia dengan yang lain.
Kata bopak di YKS ; cinta tidak akan mati jika kita tidak mengotorinya :*
 

Senin, 18 November 2013

Sesederhana malam ini :')

ada radar yang mendeteksi tiap-tiap hal-hal yang tersirat :*


Loha loha pecandu malam.. Iya kamu pemuja rahasia itu :’)
Izinkan ku menoreh rindu tentang, sosokmu.


Apa kabar kau dimalam ini ? Bahagiakah? Semoga saja seperti harapanku. Hei kamu penyuka anime sepertiku,  lancang sekali menyelinap dalam ruang rinduku. Pahadal tiap hari kau sudah lalu lalang dalam ritme waktuku. Lalu mengapa aku harus merindu? Aku tak tau, tak jelas mengapa? Tiba-tiba hati ini melow, sesak,  kaku. Aaaaaaaaaaaaaaah andai saja kau kekasihku, sudah babak belur ku hantam kau dengan rindu !

Terbacakah isyarat tadi yang berusahaku sampaikan walau sekilas ? Maaf jika hanya itu yang bisa dipentaskan oleh tubuhku. Aku terlalu gengsi, cuek dan bahkan tidak peka sampai aku tak menyadari bahwa kau telah lama menempatkan aku dalam tabunya hatimu . Maaf pemuja rahasiaku :’) mungkin kau terlalu sering mengenal sakit karena mencintaiku diam-diam, diam-diam memperhatikan sosok biasa ini, diam-diam kau membuat lingkaran tawa untukku. Sungguh itu manis, pemuda. Tapi sudah kuduga kau akan lelah terabaikan olehku, tak dianggap ada keberadaannya, sekali lagi maaf. Seperti mata yang akan terkatup dengan sendirinya dikala lelah dan malam menjemput J. O iya, teman dekatku dulu pernah meyukaimu mungkin bahkan lebih, itu sebabnya aku tak yang ingin menyukaimu,  aku telah mengannggap kataku dikala itu pada dia(temandekat) adalah hal yang kramat. Aku takut menanggapimu, bahkan aku memusnahkan perasaan yang sempat menyelinap dalam lukaku saat itu. Lagu-lagu : Itu aku, pemuja rahasia, perahu kertas :D ahaaha

Tapi, aku melihat kini  lambat laun kau sentuh lembah tawa kehidupan dengan sosok istimewa (baru) yang merambat cepat disampingmu. Selamat pemudaku, selamat untuk keberhasilanmu, selamat menjadi lebih baik, selamat telah berpaling cinta(hati), selamat untukmu, mungkin hatimu kini penuh dengan ribuan bunga-bunga segar menutupi luka olehku. Tapi, tapi dan tapi aku melihat kekasihmu itu bersama pujangga lain. Maaf aku tak mengatakannya, sungguh aku tak punya sedikit keberanian untuk membuka kata dihadapanmu . Semoga saja kau tak (terlalu) mencintainya, maka ku tak harus merinding jika kau terluka (lagi) pemudaku.. Nikmati saja alurnya terluka adalah hal yang membelajarkanmu tentang kekuatanmu, dan sadari jarak kita tetap sama, takkan ada yang berubah. Aku dengan kekasihku dan kaupun dengan kekasihmu. Aku memilihnya karna aku mencintainya, dan kau memilihnya, entah mengapa. Itulah jalan. Cukup ! Aku ingin berkata lagi, aku tak tau tentang esok . Aku tak mengetahui secara elas tentang sosok dimasa depan. 1 hal, malam ini, aku merindukanmu..


Kamis, 17 Oktober 2013

Entah :)

Dalam kesamaan firasat aku tertuntun, 
Untuk mengenal dan memberi sapaan. 
Dalam sebuah prasangka aku berlutut, 
Memberanikan diri untuk mempercayai 

Dalam noda saya hadir menyusup dalam sela kelamahan 
Dalam dosa saya berani merebut tahta dari sunyi 
Bukan siapa. diri megnhadap mencari arti 
Sampai tersadar waktu melemahkan batin terarti 

Dalam akhir bertahan mengekalkan kenangan kecil 
Berharap bernoda dosa yang terjalin dalam akhir airmata menuntun dan menuntut 
Berpura pura waktu bersama hanya fiksi 
Berjalan kembali dalam dasar yang terbangun 

Sesaat terhenti mengeneng dan menyesali 
Tersenyum lagi dalam fanorama kenangan ketakutan 
Tetap percaya antara kita masih ada cita,

Lari! Karna aku berjalan akan menemukan sisa 
Sejauh kau melangkah, sejauh itu aku terarah 
Syarat aku berhenti dalam opini hati 
Agar kau berani berjalan sendiri dan tak berarti.

by : Heri On Dheri

Senin, 22 April 2013

Aku Tak Minta Banya Hal, Tuhan




Diposkan oleh dwita sari di 19.15
Reaksi: 

Tuhan... selamat pagi, atau selamat siang, dan selamat malam. Aku tak tahu di surga sedang musim apa, penghujan atau kemaraukah? Ataukah mungkin sekarang sedang turun salju? Pasti indah. Kalau boleh berbincang sedikit, aku belum pernah melihat salju. Mungkin, kalau aku sudah cukup dewasa dan sudah bisa menghasilkan uang sendiri, aku akan bisa menyaksikan salju, dengan mata kepalaku sendiri.

Aku tahu Kamu tak pernah sibuk. Aku tahu Kamu selalu mendengar isi hatiku meskipun Kamu tak segera memberi pukpuk di bahuku. Aku tak perlu curiga padaMu, soal Kamu mendengar doaku atau tidak. Aku percaya telingaMu selalu tersedia untuk siapapun yang percaya padaMu. Aku yakin pelukanMu selalu terbuka bagi siapapun yang lelah pada dunia yang membuatnya menggigil. Aku mengerti tanganMu selalu siap menyatukan kembali kepingan-kepingan hati yang patah.

Masih tentang hal yang sama, Tuhan. Aku belum ingin ganti topik. Tentang dia. Seseorang yang selalu kuperbicangkan sangat lama bersamaMu. Seseorang yang selalu kusebut dalam setiap frasa kata ketika aku bercakap panjang denganMu.

Aku sudah tahu, perpisahan yang Kauciptakan adalah sesuatu yang terbaik untukku. Aku mengerti kalau Kamu sudah mempersiapkan seseorang yang jauh lebih baik darinya. Tapi... bukan berarti aku harus absen menyebut namanya dalam doaku bukan?

Nah... kalau yang ini, aku juga sudah tahu. Dia sudah menemukan penggantiku, entah lebih baik atau lebih buruk dariku. Atas alasan apapun, aku harus turut bahagia mendengar berita itu, karena ia tak perlu merayakan kesedihannya seperti yang aku lakukan beberapa hari terakhir ini. Seiring mendapatkan penggantiku, ia tak perlu merasa galau ataupun merasa kehilangan. Sungguh... aku tak pernah ingin dia merasakan sakit seperti yang kurasakan, Tuhan. Aku tak pernah tega melihat kecintaanku terluka seperti luka yang belum juga kering di dadaku. Aku hanya ingin kebahagiaannya terjamin olehMu, dengan atau tanpaku.

Tolong kali ini jangan tertawa, Tuhan. Aku tentu saja menangis, dadaku sesak ketika tahu semua berlalu begitu cepat. Apalagi ketika dia menemukan penggantiku hanya dalam hitung jam. Aku memang tak habis pikir. Padahal, aku sedang menikmati perasaan bahagia yang meletup pelan-pelan itu. Bukannya ingin berpikiran negatif, tapi ternyata setiap manusia punya topengnya masing-masing. Ia berganti-ganti peran sesukanya. Sementara aku belum cukup cerdas untuk mengerti wajah dan kenampakan aslinya. Aku hanya melihat segala hal yang ia tunjukkan padaku, tanpa pernah tahu apa yang sebenarnya ada dalam hatinya.
Aku tidak tahu bagaimana kabarnya sekarang. Bagaimana hubungannya dengan kekasih barunya. Aku tak terlalu ingin mengurusi hal itu. Aku yakin dia pasti bahagia, karena begitu mudah mendapatkan penggantiku. 

Aku percaya dia sedang dalam titik jatuh cinta setengah mati pada kekasih barunya, dan tidak lagi membutuhkan aku dalam helaan napasnya. Permintaan yang sama seperti kemarin, Tuhan. Jagalah kebahagiaannya untukku. Bahagiakan dia untukku. Senyumnya adalah segalanya yang kuharapkan. Bahkan, aku rela menangis untuknya agar ada lengkungan senyum di bibirnya. Aku ingin lakukan apapun untuknya, tanpa melupakan rasa cintaku padaMu. Aku memang tak menyentuhnya. Tapi... dalam jarak sejauh ini, aku bisa terus memeluknya dalam doa.

Pernah terpikir agar aku bisa terkena amnesia dan melupakan segala sakit yang pernah kurasa. Agar aku tak pernah merasa kehilangan dan tak perlu menangisi sebuah perpisahan. Rasanya hidup tak akan terlalu rumit jika setiap orang mudah melupakan rasa sakit dan hanya mengingat rasa bahagia. Namun... aku tahu hidup tak bisa seperti itu, Tuhan. Harus ada rasa sakit agar kita tahu rasa bahagia. Tapi, bagiku rasa sakit yang terlalu sering bisa membuat seseorang menikmati yang telah terjadi. Itu dalam persepsiku lho, Tuhan. Kalau pendapatMu berbeda juga tak apa-apa.

Aku memang tak perlu meratap, karena sepertinya ia bahagia bersama kekasih barunya. Ia pasti telah menemukan dunia baru yang indah dan menyenangkan. Aku turut senang jika hal itu benar, kembali pada bagian awal, Tuhan. Aku tak pernah ingin dia merasakan sakitnya perpisahan, seperti yang aku rasakan.

Akhir percakapan, aku tidak minta agar dia segera putus dari kekasihnya, atau hubungan mereka segera kandas di tengah jalan. Aku hanya minta agar ia sembuh dari maag akutnya. Agar ia terhindar dari vertigo parahnya. Agar muntah darahnya berhenti ketika tubuhnya kelelahan. Semoga kekasihnya mengerti betul penyakitnya seperti aku mengerti rasa sakitnya.

 
http://dwitasarii.blogspot.com/2012/05/aku-tak-minta-banyak-hal-tuhan.html

Yang aku perjuangkan, Yang kauabaikan.

Reaksi: 
Setiap orang punya kisahnya masing-masing. Dalam kisahnya, ia harus berjuang, berdiam dan menunggu  pun juga adalah bagian dari perjuangan. Menunggu. Itulah yang selama ini kulakukan, sebagai wujud dari perasaanku yang entah mengapa masih ingin memperjuangkanmu.
Aku tahu, setiap malamku selalu kuisi dengan kenangan dan ingatan. Kenyataan yang harus kuterima, kautak ada di sampingku, entah untuk menenangkan sedihku dan merangkul kesepianku. Dengan sikapmu yang tidak peka seperti itu, mengapa aku masih ingin memperjuangku? Aku tak tahu, jadi jangan tanyakan padaku mengapa aku juga bisa mencintaimu dengan cinta yang tak benar-benar kupahami.
Ketika suaramu mengalir di ujung telepon, ada perasaan rindu yang tidak benar-benar aku ungkapkan. Rindu yang kudiamkan, terlalu sibuk dalam penantian hingga berakhir pada air mata. Apakah kautahu hal itu? Tentu tidak, kautidak memedulikanku sedalam aku memedulikanmu. Tak ada cinta di matamu, sedalam cinta yang kupunya. Tapi, dengan kebutaan dan kebisuan yang kupunya, aku masih ingin mempertahankan "kita" yang sebenarnya membuahkan sakit bagiku.
Kekhawatiranku, yang tak pernah kuceritakan padamu, tentu tak pernah kaupikirkan. Doaku yang kusebutkan tentu tak seperti doa yang selalu kamu ucapkan. Perbedaan ini sungguh membuatku seakan tak mengerti apa-apa. Ketakutanku membungkam segalanya. Apakah kamu pantas diperjuangkan sejauh ini? Akankah kebersamaan kita punya akhir bahagia?
Aku takut.... aku takut dengan banyak hal yang diam-diam menyerang kita dari belakang. Kebersamaan kita, yang memang tak berjalan dengan mudah ini cukup membuatku lelah. Aku ingin berhenti memperjuangkanmu. Aku lelah dihantui kabut hitam yang menodai pencarianku selama ini. Aku inginkan matahari, bukan mendung seperti ini.
Di mana kamu ketika aku inginkan kamu di sini? Ke mana larinya kamu ketika aku berjuang untuk satu-satunya mahluk yang kupikir bisa memberiku kebahagiaan nyata? Seringkali kumaafkan ketidakhadiranmu, seringkali kumaklumi kesalahanmu, dan selalu kuberikan senyum terbaik ketika sesungguhnya aku ingin menangis.
Ini semua perjuangaku untuk mempertahanmu, apakah sudah cukup menghilangkan ketidakpekaanmu? Inilah perjuanganku, yang selama ini selalu kauabaikan. Apakah hatimu sedikit tersentuh, hingga kauingin datang dan membawaku pulang?
 
http://dwitasarii.blogspot.com/2013/02/yang-aku-perjuangkan-yang-kauabaikan.html

Selasa, 16 April 2013

Bukan Kisah yang Terlalu Penting

Reaksi: 
Aku  masih merasakan sesak yang sama. Aku tahu bahwa pada akhirnya aku akan sesedih ini, aku berusaha menghindari air mata sekuat yang aku bisa. Tapi, kautahu, aku adalah wanita paling tidak kuat menahan kesedihan. Kamu mendengar ceritaku tentang pria itu kan? Aku selalu bercerita padamu tentang dia. Seberapa dalamnya perasaanku, seberapa kuat cinta makin menerkamku, dan seberapa hebat senyumnya bisa begitu meneguhkan langkahku.
Kamu tentu tahu seberapa dalam perasaanku padanya dan betapa aku takut perbedaan aku dan dia menjadi jurang. Aku tak pernah memikirkan perpisahan selama ini, tapi ternyata hal yang begitu tak ingin kupikirkan pada akhirnya terpaksa masuk otakku. Aku dan dia tak lagi seperti dulu. Sapaannya tak lagi sehangat dulu, senyumnya tak lagi semanis dulu, dan tawanya tak lagi serenyah dulu. Aku tak tahu perubahan macam apa yang membuat sosok pria itu begitu berbeda.
Dari semua sikapku, tak mungkin kautak tahu aku punya perasaan lebih padanya. Dari semua ceritaku, tak mungkin kautak paham bahwa aku mulai jatuh cinta padanya. Aku terlalu banyak diam dan memendam, mungkin di situlah kesalahanku. Terlalu egois mengatakan dan terlalu takut mengungkapkan. Aku tak bisa menyalahkan siapa-siapa dan tak bisa mengkambinghitamkan siapa pun. Bukankah dalam cinta tak pernah ada yang salah?
Mengetahui kenyataan yang mencekam seperti itu, aku jadi malas tersenyum dan berbicara banyak tentang perasaanku pada orang lain. Aku malah semakin belajar untuk menutup rapat-rapat mulutku pada setiap perasaan yang minta diledakkan lewat curhat-curhat kecil. 
Berbahagialah kamu bersama pria itu, pria yang selalu kubawa dalam cerita-ceritaku. Pria yang bagiku terlalu tinggi untuk kugapai dan terlalu misterius untuk kumengerti jalan pikirannya. Setiap melihatmu dengan pria itu, aku berusaha meyakinkan diriku; bahwa aku juga harus ikut berbahagia melihatmu dengannya. Sejatinya, cinta adalah ikhlas melihat orang yang kucintai bahagia meskipun ia tak pernah menjadikanku pilhan satu-satunya.
Tenanglah, aku sudah mulai melupakannya. Sudah ada seorang pria baru, yang tak begitu kucintai, tapi kehadirannya bisa sedikit mengundang senyum di bibirku. Aku tak tahu, apakah perasaanku pada pria baru itu adalah cinta. Aku tak berusaha memahami, apakah hubungan yang kami jalani selama ini adalah ketertarikan sesaat atau hanya sarana untuk menyembuhkan luka hatiku? Kami tertawa bersama, menghabiskan waktu berdua, tapi segalanya terasa biasa saja. Tak ada ledakkan yang begitu menyenangkan ketika aku bertatap mata dengannya.

Pria yang selalu kuceritakan padamu, yang kini telah menjadi kekasihmu, selalu berbentuk gumpalan bayang-bayang di otakku. Semakin aku berusaha melawan, semakin aku tak bisa menerima bahwa segalanya tak lagi sama. Aku tak ingin ingatanku dan perasaanku yang dulu begitu besar pada masa lalu menjadi penyiksa untuk pria baru yang ingin membahagiakanku kelak. Aku hanya berusaha mengerti yang terjadi dan berusaha pasrah dengan kenyataan yang memang harus kuketahui. Aku tak ingin dibohongi oleh kesemuan yang membahagiakan, lebih baik kenyataan yang memuakan tapi penuh kejelasan. 
Aku mohon, jagalah pria itu dengan susah payah, dengan sekuat tenagamu. Aku ingin kebahagiaannya terjamin olehmu. Aku ingin dia bahagia bersamamu. Di sini, aku tak bisa berbuat banyak, selain membantu dalam doa.
Aku tak sempat membuat dia tersenyum. Tolong, inilah permintaanku yang terakhir, setelah ini aku tak akan mengganggumu; bahagiakan dia, buatlah dia terus tersanyum, dan biarkan saja dia tak tahu ada seseorang yang terluka diam-diam di sini.
 
 
http://dwitasarii.blogspot.com/2013/03/bukan-kisah-yang-terlalu-penting.html