Untuk Para Pencinta Kekasih Orang dan Para Baper Sekalian..
Saya minta maaf jika ada penulisan kata.
Saya beberapa kali membaca tulisan tentang seseorang yang berharap untuk memiliki sesuatu yang telah dimiliki orang lain. Awalnya biasa saja tapi lama kelamaan saya mulai berpikir, siapapun yang memiliki pasangan, kemungkinan besar akan ada yang menyukai pasangan kita tanpa kita sadari. Dan orang-orang yang menyukai pasangan kita ialah orang yang kadang katanya mendoakan kita diam diam. Sedangkan kita yang sedang menjalin hubungan sama sekali tak melihat apa yang mereka lakukan untuk kita, alih alih untuk mendengar apa yang mereka panjatkan untuk kita, kita sesungguhnya tak punya waktu karena kita sedang sibuk bahagia walau tak terpungkiri kita terkadang terluka. Tapi jangan khawatir, kita tak pernah saling membenci, apalagi untuk saling melepaskan. Lepas dari orang orang yang mendoakan kita, ingatlah bahwa kekasih kitapun mengharapkan kita, mendoakan kita lebih lama walaupun tak perlu dijadikan quote-quote andalan dimedsos, kekasih kita mencintai kita dan kitapun mencintainya. Bukankah itu cukup membuktikan bahwa kalian seharusnya berhenti berdoa agar kalian bisa memiliki kita. Maka itulah alasan kita, mengapa kita lupa, tidak peduli, bahkan tak melihat siapa yang menyukai kita selain kekasih kita sendiri. Jadi jangan salahkan kita, kita semata-mata tak bermaksud jahat, hanya saja kita tak punya waktu untuk meladeni hal seperti itu.
Maka yang saya sarankan, agar kalian berhentilah berharap pada kepada orang yang tak menginginkan kalian. Kalian hanya membuang waktu, mempersulit langkah kalian, dan patah hati sendiri sebab kewalahan melihat orang lain bahagia. Kalian hanya perlu berhenti menjadikan orang pelarian, karena sebaik-baiknya penawar luka ialah jatuh hati. Jatuh hatilah agar hati kalian tak kotor karena terlalu lama menyimpan benci karena melihat orang lain tak menghiraukan kalian.
Walaupun begitu, saya mewakili pasangan yang saling mencintai kami berterimakasih sebanyak-banyaknya, jika kalian para pencinta kekasih orang mendoakan kebaikan kami. Dan semoga kalian lekas bahagia, agar tahu bagaimana rasanya sibuk membahagiakan dan dibahagiakan. Sekian untuk kalian..
Dan untuk para baper sekalian.. Baper yang saya ingin ulas di sini bukanlah baper yang sedikit-dikit kesal karena dinasehatin, marah-marah karena dicuekin, pokoknya sejenis itulah bukan yang saya akan bahas. Disini bapernya tentang hubungan muda mudilah.
Jadi menurut saya, kalian yang baper sesungguhnya adalah pelupa akut. Ini berdasarkan kisah-kisah yang terjadi disekitar ruang lingkup saya sendiri. Melihat berbagai kejadian, yang selalu mengatasnamakan baper. Entah ini sebuah kesalahan semata atau sesungguhnya yang kalian yang baper ini bukanlah kesalahan. Kalau diulas kembali, baper ini muncul dari kebiasaan bersama. Kebiasaan bersama yang mengembang biakkan perhatian-perhatian kecil yang membuat penerima perhatian menjadi ketergantungan sehingga perasaan yang seharusnya tidak pernah ada muncul seketika itu menjelma menjadi kata baper yang sering kalian sebutkan. Orang-orang terlalu meninggi-ninggikan perasaannya, lupa kalau logika sangat penting untuk melegakan sesak-sesak yang tak diduga-duga datangnya.
Seperti yang saya sebutkan tadi, kebiasaan-perhatian-ketergantuan-baper. Siklus yang yang sedang marak dirasakan oleh manusia-manusia abad kekinian. Pertama, ini mungkin bukanlah sebuah kesalahan jika baper ini dirasakan oleh pihak pihak yang seharusnya seperti kalian yang belum punya pasangan, baper dengan yang belum punya pasangan juga. Syah-syah saja kan? Karena tak ada yang harus tersakiti. Tapi lain halnya jika kedua anak manusia yang mulai merasa nyaman kepada yang bukan pasangannya karena terlalu sering bersama. Maka baper adalah sebuah kesalahan yang fatal! Sekali lagi saya kata FATAL! Mengapa? Haruskah kalian bertanya? Bukankah sudah kukatakan dari awal, bahwa kalian adalah pelupa akut? Lupa bahwa ada hati yang harusnya tidak terluka menjadi terluka. Apa kalian ingin mengatakan ini bukan kesengajaan? Ah bagaimana bisa, kalian membiasakan diri untuk diberi perhatian padahal seharusnya kalian bisa menghindarinya sebelum kalian katakan terlalu nyaman.
Maka berhentilah baper kepada siapapun yang bukan kekasih kalian jika kalian ingin kekasih kalianpun tidak melakukan hal seperti itu pula kepada yang lain. Mulai dari komunikasi dengan kekasih kalian sering-sering, mulai bergantung dengannya, karena jika tidak, ia akan merasa kau sedang tak membutuhkannya, manja-manjaanlah dengan pasanganmu, lalu hindari percakapan manis atau bualan bualan yang mencoba merasuk ke kalbu dari seseorang yang coba mendekati kalian.
Atau jika memang sudah terjebak dalam baper ini, kau sudah kebingungan antara yang mana kekasih atau yang bukan kekasih sebenarnya. Maka, cobalah merenung. Jika apa yang kau lakukan adalah kesalahan. Cobalah untuk mengambil air wudhu *eh maksudnya mengurangi kadar pembicaraan, atau takaran bercanda berdua, bangun komunikasi yang banyak dengan pasanganmu, dan banyak-banyak berdoa agar tidak tergoda lagi, ucapan-ucapan manis buatan. Lakukan hal-hal yang menyibukanmu, cobalah melakukan hal sendiri jika tak ada pasanganmu. Jangan meminta bantuan ke lawan jenismu itu. Tapi jika baper yang kamu rasakan itu benar adanya, maka tolonglah hentikan hubunganmu dengan pasanganmu. Diperhatikan oleh banyak orang memang menyenangkan tapi tidak untuk orang berharap kau cukup akan dirinya.
Bu'de makan durian
Oke, sekian kawan.