Selasa, 04 Juli 2017

Perempuan Tanpa Rahasia (Part I)

ada radar yang mendeteksi tiap hal-hal yang tersirat :*


Ialah perempuan yang selalu berkata apa yang ia rasakan. Setiap kali ia jatuh cinta, ia tak malu mengatakannya tanpa permisi dulu kepada kepalanya. Setiap ia marah, ia tak segan membentak siapapun tanpa harus takut dibenci. Setiap kali rindu, ia takkan memendam tanpa sudi menyembunyikan secuil katanya untuk hatinya.
Adakah seperti perempuan itu? Perempuan tanpa rahasia. Perempuan yang begitu berbaik hati kepada hatinya. Perempuan yang berjiwa bebas tanpa jajahan isi kepalanya, ia membebaskan hatinya untuk bertindak sesukanya. Tanpa perlu memberikan laki-laki sandi-sandi pramuka yang merekapun sebenarnya malas sekali untuk memecahkan teka-teki perempuan.
Tapi apakah perempuan seharusnya seperti itu? Mengutarakan apa yang mereka inginkan tanpa ada perantara, tanpa proses panjang untuk merenungkan sebelum melontarkan gejolak dadanya. Tanpa melalui jeda panjang dalam diam. Tanpa harus berkelut dulu dengan isi kepalanya sendiri. Tanpa harus menahan kecut dadanya berlama-lama. Perempuan tanpa rahasia. Apakah seperti itu yang diinginkan laki-laki? Rasanya sederhana sekali, sepertinya tak ada yang harus menjadi masalah dalam hubungan jika semua perempuan begitu. Perempuan bermental tinggi seperti itu apakah benar-benar menejaterahkan kaum laki-laki yang menolak keras sebuah kode-kodean? Mental yang tak takut jika pada akhirnya kandas pada pengabaian.
Perempuan tanpa rahasia, indahkah dirimu dengan keterusteranganmu? Tanpa rasa gengsi yang banyak perempuan junjung? Yang dimana perempuan ingin paling awal dimengerti dari segala pekerjaan para lelaki seharian ini? Indahkah dirimu dengan segala ucap, tanpa menghadirkan usaha laki-laki untuk mengerti mengapa diammu begitu menggemaskan, mengapa kau termanggu seperti kehilangan akal. Sekali lagi, sederhana sekali wahai kau perempuan tanpa rahasia. Tanpa ada setipis batas yang kau hadirkan untuk laki-laki yang mungkin enggan berpikir panjang.

Indah atau tidak, biarlah kau menjadi dirimu. Bertahan atas apa yang menghangatkan hatimu. Berharap kepada laki-laki dapat menghapus segala sedihmu dengan berani mengatakan segala mau. Tak usah paksa laki-laki untuk mengerti setiap detail tentangmu. Biarlah dia mencoba untuk mempelajari lebih dalam, menggali lebih tekun tentang perkara di sekelilingmu. Bila ia tak merasa terluka dengan diammu, mungkin sebagian dirinya tak berada denganmu. Sebagaian kendalinya ada pada yang lain. Karena hidupnya bukan hanya tentangmu.
Tapi sebuah keajaiban jika kau adalah perempuan tanpa rahasia, karena kau akan pulih dengan cepat ketika kau diabaikan. Dan kau teramat beruntung, segala hal yang memberatkan dadamu, seketika lega begitu saja karena tersampaikan tanpa harus menunggu kapan waktu membaik.


Setiap teka-teki perempuan ingin kau redakan dengan tanya bukan kau suguhkan pengalihan lalu dibumbui abai.

Tidak ada komentar: