Loha
loha pecandu malam.. Iya kamu pemuja rahasia itu :’)
Izinkan
ku menoreh rindu tentang, sosokmu.
Apa kabar kau dimalam ini ? Bahagiakah?
Semoga saja seperti harapanku. Hei kamu penyuka anime sepertiku, lancang sekali menyelinap dalam ruang rinduku.
Pahadal tiap hari kau sudah lalu lalang dalam ritme waktuku. Lalu mengapa aku
harus merindu? Aku tak tau, tak jelas mengapa? Tiba-tiba hati ini melow, sesak,
kaku. Aaaaaaaaaaaaaaah andai saja kau
kekasihku, sudah babak belur ku hantam kau dengan rindu !
Terbacakah isyarat tadi yang berusahaku
sampaikan walau sekilas ? Maaf jika hanya itu yang bisa dipentaskan oleh
tubuhku. Aku terlalu gengsi, cuek dan bahkan tidak peka sampai aku tak
menyadari bahwa kau telah lama menempatkan aku dalam tabunya hatimu . Maaf
pemuja rahasiaku :’) mungkin kau terlalu sering mengenal sakit karena
mencintaiku diam-diam, diam-diam memperhatikan sosok biasa ini, diam-diam kau
membuat lingkaran tawa untukku. Sungguh itu manis, pemuda. Tapi sudah kuduga
kau akan lelah terabaikan olehku, tak dianggap ada keberadaannya, sekali lagi
maaf. Seperti mata yang akan terkatup dengan sendirinya dikala lelah dan malam
menjemput J. O iya, teman dekatku dulu pernah meyukaimu
mungkin bahkan lebih, itu sebabnya aku tak yang ingin menyukaimu, aku telah mengannggap kataku dikala itu pada
dia(temandekat) adalah hal yang kramat. Aku takut menanggapimu, bahkan aku
memusnahkan perasaan yang sempat menyelinap dalam lukaku saat itu. Lagu-lagu :
Itu aku, pemuja rahasia, perahu kertas :D ahaaha
Tapi, aku melihat kini lambat laun kau sentuh lembah tawa kehidupan
dengan sosok istimewa (baru) yang merambat cepat disampingmu. Selamat pemudaku,
selamat untuk keberhasilanmu, selamat menjadi lebih baik, selamat telah
berpaling cinta(hati), selamat untukmu, mungkin hatimu kini penuh dengan ribuan
bunga-bunga segar menutupi luka olehku. Tapi, tapi dan tapi aku melihat
kekasihmu itu bersama pujangga lain. Maaf aku tak mengatakannya, sungguh aku
tak punya sedikit keberanian untuk membuka kata dihadapanmu . Semoga saja kau
tak (terlalu) mencintainya, maka ku tak harus merinding jika kau terluka (lagi)
pemudaku.. Nikmati saja alurnya terluka adalah hal yang membelajarkanmu tentang
kekuatanmu, dan sadari jarak kita tetap sama, takkan ada yang berubah. Aku
dengan kekasihku dan kaupun dengan kekasihmu. Aku memilihnya karna aku mencintainya, dan kau memilihnya, entah mengapa. Itulah jalan. Cukup ! Aku
ingin berkata lagi, aku tak tau tentang esok . Aku tak mengetahui secara elas
tentang sosok dimasa depan. 1 hal, malam ini, aku merindukanmu..