Ah mereka.
Dua perempuan dengan sejuta keunikan didalamnya. Dua perempuan yang dianugrahi sekotak rasa penyayang didalam darahnya.
Sama sama dianugrahi itu, namun sesungguhnya dua perempuan itu berbeda. Sungguh berbeda.
Satu perempuan..
Mungkin bila anda tak mengenalnya, ia tampak seperti orang pendiam bersuara emas. Saat itulah tebakan anda salah. Suara yang melengking, alis tipis bermata sipit walaupun tak ada keturunan chinese sebenarnya. Jika tersenyum maka nampaklah gigi kecilnya yang jarang. Dari bentuk mukanya di anugrahi bentuk muka kotak. Pun bentuk tubuhnya mungkil disertai keringkihannya. Hanya saja ketika siapapun melihatnya, ada keistimewaan yang terpancar dari kesederhanaannya. Maka tak jarang yang jatuh hati padanya setiap kali bertemu pandang. Hanya saja, ia perempuan dengan kesetiaan dalam genggamannya. Satu lelakinya, maka cukuplah baginya. Keunikannya? Lamban- mengIkat rambutnya tinggitinggi seperti lilin. Cara bicaranya yang terlalu imut dan caranya yang lucu. Saya tidak bisa mendeskripsikannya seperti apa.
Satu perempuan yang lain.
Perempuan dengan paras berbentuk bulat yang memiliki lesung bibir dan memiliki ginsul serta berkulit putih. Suaranya maksimalis, maksudnya cukup merdu. Dari penjabaran yang sedikit itu, bukankah sudah tampak menarik? Tentu. Hanya saja bentuk tubuh bagian pinggang disana akan tampak sedikit tumpukan lemak. Tidak, dia tidak gemuk, proporsi badannya pas. Hanya dia kurang sedikit tinggi. Walaupun seperti itu, telah banyak lelaki jatuh telak dihadapannya. Cantik sih. Jauh daripada itu dulu ketika musim berganti maka yang bersamanyapun berbeda. Silih berganti dan biasa tak berganti hanya bertambah. Tapi percayalah itu dulu. Sekarang ia benar-benar ingin setia. Sangat ingin. Keunikanya itu tergesa-gesa, memikirkan hal hal yang kecil secara lebih.
Sekian tentang dua perempuan. Dari perbedaan itu. Sekalilagi mereka sama sama penyayang.
Oh mereka juga sama sama mancung ke dalam dan mereka sesungguhnya cantik jelita.
Ketahuilah ketika bersama mereka, kau takkan bisa berlama lama bermuram durja.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar