Senin, 26 Mei 2014

Pertama

Disuatu sore, seorang laki-laki termanggu di sebuah balkon apartemen menatap mentari yang beringsut melambai hilang.. Lakilaki itu sendiri, namun sesekali ia berbicara pada dirinya. "Aku tak seharusnya seperti ini", ucap sambil menyandarkan badannya ke kursi.
Ia menatap kedepan, memasang kedua bola matanya menangkap goresan jingga diufuk barat sana.Tak ada jawaban disana, ia hanya sedang menenangkan perasaan yang mengusiknya.  Sementara ia sibuk bertanya-tanya. Ponselnya berdering namun ia tak peduli hanya saja deringnya makin lama makin melengking ditelingga. Ia merabaraba diatas meja kecil, setelah ia mendapatkan ponselnya. Diponselnya tertulis Rani memanggil. Tanpa pikir panjang ia menjawab telpon itu. Sebelum ia berkata halo, diujung sana mencegatnya dan berkata "kamu dimana? Aku sendirian, aku takut".
"Kau dimana sekarang?
Aku kesana, jangan kemana-mana". Pemuda itu lalu berangkat tergesa gesa sambil meraih jaket diatas sofa miliknya. Mengunci pintu dan menuruni tangga karena seminggu lalu lift apartemen yang ia sewa rusak. Pemuda itu menarik gas motor, dan melesat cepat mencari-cari seseorang yang menelponnya.
...
Pemuda itu turun dari motor besarnya menghampiri perempuan yang menunduk dikursi taman kota. Pemuda itupun duduk disampingnya.
"Ada apa?"
"Dia meninggalkan aku demi perempuan jalang itu", adu perempuan pada pemuda sambil terisak isak.

Tidak ada komentar: