Senin, 14 April 2014

Apatis

ada radar yang mendeteksi tiap hal-hal yang tersirat :*



Maaf untuk kali ini jika akan ada sayup-sayup getir dalam tulisan ini..
Apakah hari ini tak bersahabat dengan kita?
Apa kabar kau malam ini, sosok yang berbeda dari biasanya.
Apakah sedang ada pekat yang merasukimu?  Atau mungkin sesuatu sedang mengusik tenangnya lautan hatimu? Sungguh tuan, diammu begitu memilukanku. Bibir ini begitu keluh untuk menyapa dinginnya tatapmu, itukah dirimu? Dirimu yang membekukan..
Tuan, bukan maksud hati mengepungmu dengan sebilah tanya. Namun seorang perempuanmu ini tak mampu membaca guratan ekspresi dari parasmu yang pesona itu. Jika kau berkenan, sajikan aku aksara yang berisikan jawaban lebih dalam mengenaimu. Sesuatu yang terkatup dalam benakmu. Apasaja yang belum terbaca olehku. Apa saja yang terlewatkan dariku. Lembar atau halaman ke berapa?
Jika kebingungan adalah jawab dari diammu, maka sungguh akulah orang yang ingin berlari mendekap gelisahmu, meredakan resah yang menggeliat. Sungguh, aku ingin..
Tapi sekali lagi, langkahku yang tak becus ini tertahan. Persendianku tiba-tiba mati begitu saja. Terlalu angkuh diri ini. Tak ingin menyapa, tak ingin mendekap, dan tak ingin bertanya.
Lelakiku, maaf untuk secercah catatan busuk ini. Maaf untuk rasa penasaran yang tak bernyali, sungguh aku bersalah atas perasaan ingin tahu yang singgah. Namun tenanglah, aku baik-baik saja. Hanya saja aku rindu senyummu..
Senyummu yang mengindahkan hari dan meniadakan sepi.
Dan malam ini, hujan.. Gigil kerinduan diam-diam masuk melalui celah-celah kecil jendelaku..

Mataram ,14 April 2014



Sosok apatis L

Tidak ada komentar: