Minggu, 30 Maret 2014

Teruntuk Kamu :))

ada radar yang mendeteksi tiap hal-hal yang tersirat :*



Teruntuk dia yang memiliki wajah yang menyenangkan pada setiap senyum simpulnya yang setia melukis hari ..
Pada waktu lalu, aku pernah bertanya-tanya pada semesta tentang kamu yang terselip dibagian dunia mana, dimana kamu tersembunyi hingga kasat oleh retinaku; Bertanya tentang jalan menujumu. Setiap waktu ku habiskan untuk bertanya tentang sosok itu, bertanya-tanya dengan siluetku sendiri. Setelah berjalan menitih tiap depa langkah kaki yang ku jaga. Hingga tiba saatnya kau menyentuh lembut tangganku saat aku terlelap dalam jalan menemukanmu, saat itu aku benar-benar dipayungi sepi terbias kelam, bila ada aksara yang lebih dari sepi, maka itulah yang tergambar sepenuhnya. Sembari tangganmu membangunkanku dari lelap, dengan air muka tak percaya disekujur organ-organ tubuhku yang terluka telah terbalut rapi kain asa.
“Kamu?”, Pertanyaan yang menguasai bibirku untuk meyadarkan diri dari ragu. Kamu tak berucap apa-apa selain tersenyum lembut semetara nafasmu yang terengah-engah. Aku membenarkan kornea sembari mencari-cari cahaya untuk memastikan kejernihan penglihatanku. Apa aku tak salah menterjemah sosok yang begitu apik menatapku. Dia; satu nama pemuda; sekujur paras yang tak asing. “Bagaimana kau menemukanku?”, satu tanya lagi yang hanya kau sambut dengan senyum. Kau merengkuh tubuhku dan mengusir kelam diwaktu itu, seketika itu ilalang menari disekitaran kita. Kamu membawaku pergi dengan kedua lenganmu itu. Tak ku temui lagi tangga yang berlandas kaca, kini yang terpampang labirin tujuh lapisan warna menanti langkah. Aku kembali mengusiknya dengan tanya, “Apakah kau pemuda itu? Pemujaku yang terlampau sering kuimpikan?”. “Mengapa nafasmu terengah-engah ketika menemuiku?” Dia sama sekali tak menyambut pertanyaanku. Aku geram.
Sebelum depa langkahmu mendekati labirin ketujuh warna itu, kau menurunkanku dari lenganmu. Disamping itu ada kursi panjang dan kau membiarkanku duduk karna kau melihat seraut wajah kesal yang kupentaskan, lalu kau membungkukkan badan menatap lekat wajahku, sekali lagi kau tersenyum dan mengacak-acak lembut barisan helai rambutku. Namun tak ada sepotong kata yang keluar dari dua belah bibirmu. Kau menghamburkan langkah disekitaranku mencari-cari sesuatu, sedangkan aku hanya diam dengan muara tanya.  Tak lama menuntaskan hal yang tak ku mengerti akan tingkahmu, kau kembali dihadapanku menyematkan mahkota cantik sederhana berhias bunga.

Penguasa membingkis kamu dalam kotak misteri, sayang...
Ps: Tunggu Kelanjutannya :D


Tidak ada komentar: