Selamat malam ..
Teruntuk kamu, kepada
takdir, dan dalam sepiku..
Teruntuk kamu, yang
kerapkali ku lafaskan sebagai pemuja rahasiaku .. Kamu tahu, aku menulis
secercah aksara ini dengan termangu
memilih diksi-diksi yang pernah belum terpikirkan, begitu banyak
menggunakan backspace. Sudahlah, akan kucoba tenggelam dalam ritme semesta yang
temaram..
Berucap tentangmu, aku
ingin bertanya, bagaimana semesta menyembunyikanmu hingga kau luput dari
pengamatanku. Apakah begitu dekat bahkan tak terukur rentang jarak yang jauh diantara aku dan kamu? Apakah
justru berada dalam hutan yang dipenuhi rimba bernaung terik layaknya
fatamorgana? Aku pinta, kau tak terhalang rerumputan atau batang kering yang
rapuh..
Entah seperti apa jalan
untuk menuju roma itu..
Kepada takdir, yang
selalu tak kehabisan cara untuk mempertemukanku dengan begitu banyak dimensi
kosong; yang penuh dengan tangga, yang
bercabang dan lantai tangga itu dilandasi kaca. Tiap hari hanya mampu menitih
langkah dengan pelan bercambuk sepi dan letih menahan asa untuk berlari, bolehkah
aku geram dengan keadaan? Lalu dimana tangga
letak roma menujumu, berapa anak tangga lagi yang harus ku tempuh? beri aku
tanda atau setidaknya tinggalkan jejak berupa khas tentangmu. Apa mungkin kau
ada dipenghujung sana dengan senyum dibibirmu, untuk menantiku hingga aku terlihat
berdarah-darah pada akhirnya? Ataukah kau sebenarnya tepat dibelakangku,
mengamatiku diam-diam dibawah sana, membiarkan isakku menjadi-jadi? Atau
mungkin kau senyatanya tak ada? Tapi jika memang nyata, apa mungkinkah kau
sibuk membuatkanku mahkota cantik? Ah sudahlah, aku bermimpi bayang yang terlalu
dalam..
Kepada semesta yang
begitu hangat menebar kotak misteri pada tiap anak tangga yang kulalui.. Apa
kau sedang bersekongkol dengan semesta agar aku memecahkan sandi atau simbol
pada kotak misteri itu? Apa kau sedang mengujiku atau sedang berusaha
mendewasakan kesabaranku? Kau pemuja rahasia yang hebat, hingga membuatku
terdesak untuk menemukanmu..
Hei kamu ..
Tak
inginkah kamu mengusaikan lelah wanitamu ini?
Bawalah
wanitamu ke peristirahatannya..
Bunuh
sepinya hingga mati dengan peluk diselimuti lengan kokohmu..
Berikan
ia jutaan teguk kasihmu untuk mengganti penasaran dalam darahnya..
Tidak ada komentar:
Posting Komentar