Rabu, 19 Maret 2014

...

ada radar yang mendeteksi tiap hal-hal yang tersirat :*


Selamat malam ..
Teruntuk kamu, kepada takdir, dan dalam sepiku..
Teruntuk kamu, yang kerapkali ku lafaskan sebagai pemuja rahasiaku .. Kamu tahu, aku menulis secercah aksara ini dengan termangu  memilih diksi-diksi yang pernah belum terpikirkan, begitu banyak menggunakan backspace. Sudahlah, akan kucoba tenggelam dalam ritme semesta yang temaram..
Berucap tentangmu, aku ingin bertanya, bagaimana semesta menyembunyikanmu hingga kau luput dari pengamatanku. Apakah begitu dekat bahkan tak terukur rentang  jarak yang jauh diantara aku dan kamu? Apakah justru berada dalam hutan yang dipenuhi rimba bernaung terik layaknya fatamorgana? Aku pinta, kau tak terhalang rerumputan atau batang kering yang rapuh..
Entah seperti apa jalan untuk menuju roma itu..
Kepada takdir, yang selalu tak kehabisan cara untuk mempertemukanku dengan begitu banyak dimensi kosong;  yang penuh dengan tangga, yang bercabang dan lantai tangga itu dilandasi kaca. Tiap hari hanya mampu menitih langkah dengan pelan bercambuk sepi dan letih menahan asa untuk berlari, bolehkah aku geram dengan keadaan?  Lalu dimana tangga letak roma menujumu, berapa anak tangga lagi yang harus ku tempuh? beri aku tanda atau setidaknya tinggalkan jejak berupa khas tentangmu. Apa mungkin kau ada dipenghujung sana dengan senyum dibibirmu, untuk menantiku hingga aku terlihat berdarah-darah pada akhirnya? Ataukah kau sebenarnya tepat dibelakangku, mengamatiku diam-diam dibawah sana, membiarkan isakku menjadi-jadi? Atau mungkin kau senyatanya tak ada? Tapi jika memang nyata, apa mungkinkah kau sibuk membuatkanku mahkota cantik? Ah sudahlah, aku bermimpi bayang yang terlalu dalam..
Kepada semesta yang begitu hangat menebar kotak misteri pada tiap anak tangga yang kulalui.. Apa kau sedang bersekongkol dengan semesta agar aku memecahkan sandi atau simbol pada kotak misteri itu? Apa kau sedang mengujiku atau sedang berusaha mendewasakan kesabaranku? Kau pemuja rahasia yang hebat, hingga membuatku terdesak untuk menemukanmu..
Hei kamu ..
Tak inginkah kamu mengusaikan lelah wanitamu ini?
Bawalah wanitamu ke peristirahatannya..
Bunuh sepinya hingga mati dengan peluk diselimuti lengan kokohmu..
Berikan ia jutaan teguk kasihmu untuk mengganti  penasaran dalam darahnya..




Tidak ada komentar: