Minggu, 12 Oktober 2014

When You Say Nothing at All

ada radar yang mendeteksi tiap hal-hal yang tersirat :*



Sayang, Mengapa malam ini begitu senyap? Hingga rasa-rasanya ingin ku hempas apa saja agar berdenting ditelinga .
Mengapa malam ini begitu sendu? Hingga rasa-rasanya muakkan sekali menatap muka cantik ini di cermin.
Mengapa malam ini begitu dingin? Hingga rasa-rasanya aku malas sekali keluar menatap langit.
Mengapa malam ini begitu sepi? Hingga rasa-rasanya aku ingin merayakan pesta malam hingga pagi di rumahku.
Mengapa malam ini begitu lama? Hingga rasa-rasanya ingin ku beli saja waktu pagi yang meriah di dunia.
Mengapa malam ini begitu gelap? Hingga rasa-rasanya ingin mengangkat koper meninggalkan bumi dan pindah ke bintang.
Mengapa malam ini begitu sesak? Hingga rasa-rasanya ku ingin berlari terbang ke angkasa di antara benda-benda langit.
Lalu, mengapa malam ini kau ada diantara tiada?
Menjanjikan malam yang penuh euforia
Sedang tabir harapan kau buka selebar-lebarnya malam ini
HINGGA
Sekelilingku begitu senyap, hatiku sendu, tatapanku yang dingin, rinduku yang sepi, detik mengalun lama, pikiranku gelap, dan dadaku sesak.

 Benar, tak ada yang mampu menjanjikan kebahagiaan. Keegoisanlah yang mengikis sebongkah janji kebahagian itu, menjadikannya tiada tanpa sedikitpun.meninggalkan gemerlap tawa.
Kemanakah aku harus mengubur ego demi menyapamu terlebih dulu? Mengatakan bahwa aku ingin menatapmu sebentar saja? Membiarkan suara parauku terdengar manis di telingamu. Merampas jawab-jawabmu oleh pertanyaan yang akan ku jelali nanti. Menghadiahkanmu senyum untuk kau bawa dalam mimpimu dipetang nanti.
Tidakkah kau rindu disapa olehku?
Sekali lagi tidakkah kau rindu tentangku?
Dan terakhir aku bertanya, takkan ada pertanyaan selanjutnya setelah ini, tidakkah kau merasakan hal yang sama saat ini? -Menduga-duga sedang apa kau. 



Tidak ada komentar: