Sayang,
Mengapa malam ini begitu senyap? Hingga rasa-rasanya ingin ku hempas apa saja
agar berdenting ditelinga .
Mengapa
malam ini begitu sendu? Hingga rasa-rasanya muakkan sekali menatap muka cantik
ini di cermin.
Mengapa
malam ini begitu dingin? Hingga rasa-rasanya aku malas sekali keluar menatap
langit.
Mengapa
malam ini begitu sepi? Hingga rasa-rasanya aku ingin merayakan pesta malam
hingga pagi di rumahku.
Mengapa
malam ini begitu lama? Hingga rasa-rasanya ingin ku beli saja waktu pagi yang
meriah di dunia.
Mengapa
malam ini begitu gelap? Hingga rasa-rasanya ingin mengangkat koper meninggalkan
bumi dan pindah ke bintang.
Mengapa
malam ini begitu sesak? Hingga rasa-rasanya ku ingin berlari terbang ke angkasa
di antara benda-benda langit.
Lalu,
mengapa malam ini kau ada diantara tiada?
Menjanjikan
malam yang penuh euforia
Sedang
tabir harapan kau buka selebar-lebarnya malam ini
HINGGA
Sekelilingku
begitu senyap, hatiku sendu, tatapanku yang dingin, rinduku yang sepi, detik
mengalun lama, pikiranku gelap, dan dadaku sesak.
Benar, tak ada yang mampu menjanjikan kebahagiaan. Keegoisanlah yang mengikis sebongkah janji kebahagian itu, menjadikannya tiada tanpa sedikitpun.meninggalkan gemerlap tawa.
Kemanakah aku harus mengubur ego demi menyapamu terlebih dulu? Mengatakan bahwa aku ingin menatapmu sebentar saja? Membiarkan suara parauku terdengar manis di telingamu. Merampas jawab-jawabmu oleh pertanyaan yang akan ku jelali nanti. Menghadiahkanmu senyum untuk kau bawa dalam mimpimu dipetang nanti.
Tidakkah kau rindu disapa olehku?
Sekali lagi tidakkah kau rindu tentangku?
Dan terakhir aku bertanya, takkan ada pertanyaan selanjutnya setelah ini, tidakkah kau merasakan hal yang sama saat ini? -Menduga-duga sedang apa kau.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar