Ada radar yang mendeteksi hal-hal yang tersirat :*
19:27
Selamat malam purnama..
Selamat malam pula tuan.
Teruntukmu tuan yang saat ini berada jauh dari tatapku.
Kelak jika kamu, tuan yang menyematkan cincin dijari manisku nanti. Yang akan bersamaku dalam menjejakkan langkah. Yang akan selalu menjadi tempat untuk pulangnya rinduku.
Perkenankanlah aku meminta kau menjadi seharusnya kau, tuan.
Yang artinya kau tak perlu selalu terlihat sempurna dihadapanku.
Meminta kau tak perlu menjadi berbeda dari apa adanya kamu. Seperti, bila kau ingin bermanja denganku, manjalah semestinya tanpa malu. Bila kau lelah, lelahkan lelahmu dipundakku sejenak jika kau butuh. Bila kau kesal, kesallah dengan lembutnya celotehan itu bila kau memang sedang cemburu, bisikkan aku cemburumu itu tanpa ada kau simpan sesak-sesak itu sendiri.
Aku tak ingin kau merasa bersandiwara atau bermain peran ketika sudah bersamaku.
Yang ku harap kau tak menjadi siapa-siapa didepanku, tak berperan menjadi sosok lain dari apa yang dirasakan sebenarnya, bertingkah seolah semua baik baik saja. Aku ingin mengetahui hal hal tentangmu, walau mungkin aku tak selalu hebat menenangkan gelisahmu, atau yang sering kau sebut basa basi. Tak apa-apa kau sebut apapun itu, aku hanya minta kau tetap menjadi dirimu, mengekpresikan apa yang kau rasa. Karena mungkin dengan itu aku tahu kapan aku harus memelukkmu, menggenggam tanganmu, mengusap pundakmu atau paling tidak menjadi sebaik-baiknya pendengar untukmu. Tak hanya menjadikanku pasangan, namun kau dapat menjadikanku teman atau bahkan sahabatmu. Karena aku ingin dan membuatmu merasa cukup akan aku. Tak egoiskah aku ? :D Semoga saja tidak.
......
Untuk itu aku menulis, merayumu lewat kata dalam jarak. Karna ku tahu, aku tak selalu hadir dalam titisan rindu yang menyuruhku datang, menggantikan kedua lenganku; memeluk tiap rindu yang mencekik sepimu.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar