Selasa, 14 Mei 2024

Ternyata Tak Sekuat Itu.

Satu pertanyaan yang membuatku hening dan mengulang harapan. 
Jika dulu aku ditanya apa yang ingin ku lakukan ketika ada kesempatan kembali ke masa lalu. 
Aku dengan tenang menjawab, tidak ingin kemana-mana dan tidak ingin masa lalu. Namun, Desember menjadikanku orang baru dengan pola pikir yang berbeda. Pertanyaan yang sama akan ku jawab dengan tangis, aku ingin kembali ke umur 6-12 tahun, aku ingin lebih banyak memeluk ibu ku, lebih mendengar perintahnya, mengganti baju sekolah sebelum bermain, makan di saat waktunya makan, tidur siang sepulang sekolah, tidak menangis jika rambutku dikepang. 

Jujur, itu ada pengalaman manis yang tidak semua anak bisa dapatkan kisahnya. Tidak ada pengalaman dua kali untuk mengajarkan kehilangan. Kita tumbuh karena terpaksa, mau tidak mau harus melaluinya. Kita tidak sembuh hanya karena pekerjaan membuat kita sibuk. Kita tidak sembuh hanya karena orang yang mau menemani kesedihan itu. Ternyata, tidak akan ada akan ada obatnya, para pesakit ini. Orang-orang memaksaku kuat untuk orang lain, ada yang harus ku jaga, ada yang ku bahagiakan katanya. Padahal aku butuh tenaga untuk diriku sendiri. Untuk diriku agar tidak mudah menangis, tidak mudah merasa sepi, sanggup minum obat tanpa disuruh, menyiapkan diriku setiap harinya. Orang-orang menyuruhku berhenti menangis diwaktuku berduka.

Tidak ada komentar: