Sabtu, 18 Mei 2024

Krisis Percaya Diri

ada radar yang mendeteksi tiap hal-hal yang tersirat :* 

Ini bukan tulisan ilmiah, ini hanya tentang seseorang. 

Maafkan diri kamu yang sering ragu akan kemampuanmu. 
Maafkan diri kamu yang sering takut mencoba hal yang biasa orang lain lakukan.

Maafkan aku yang tidak ambis dalam segala hal, seringkali mencoba tapi hentakkanku terlalu pelan. Kena, tapi tak berasa. Seperti punya pengalaman tapi tak berguna untuk dibanggakan. Ternyata bersama orang yang sejajar dan dibawah kemampuanku adalah hal yang menyenangkan; nyamanku tumbuh, perkataanku lepas, dan raguku hilang. Katanya aku tidak berguna di mata orang-orang yang tak setara denganku, tentu ucapan itu lahir dari mulut-mulut mereka yang bergelimang predikat luar biasa.
Sedang aku, begini-begini saja. Seorang tanpa motivasi yang jelas, tanpa pernah berlari, jalannya biasa, gelarnya tumbuh hanya kebutuhanku saja. 
Tak ada yang istimewa.
Orang-orang seperti seringkali dianggap tak ada. Karena terlalu sedang. Tak terlalu butuh untuk ditingkatkan, yang ada malah hampir menuju bawah.
 
Sepertinya aku terlalu jahat pada diri ini, kerapkali menahan diri untuk mencoba terlalu keras, terlampau sering menolak kesempatan, dan tak jarang mengurung diri dari keramaian.
Sehingga, terbentuklah aku yang sebenarnya mampu, tapi menjadi lemah karena padangan sinis orang terhadapku. Ketidakpercayaan orang pada keterampilan yang kumiliki, melahirkan kecemasan, kekacauan dan perasaan khawatir yang sulit dihentikan dan berujung pada rasa rendah diri.

Boleh berhenti tidak, untuk memengaruhiku agar tidak mencoba?





Tidak ada komentar: