Kepalaku penuh dengan api yang tak pernah tahu bagaimana untuk kau padamkan.
Dadaku penuh dengan luka tapi kau lupa bagaimana mengobatinya
Pipiku sudah basah, kau kalang kabut tak jelas ingin bagaimana.
Diamku sudah bicara, kau kikuk setengah mati seolah sudah tak ada nyawa yang ingin kau ajak bicara.
Aku lanjutkan diamku, kau semakin mati kutu kubuat.
Maaf katamu, maaf lagi darimu..
Tidak ada komentar:
Posting Komentar