Hai, lelaki yang dalam keadaan apapun tetap tampan.
Selamat memperingati 27 yang ke 20.
Tuan?
Dalam keadaan sadar atau tak sadar sekalipun. Dalam keadaan mata terbuka atau tertutup. Dalam keadaan terbaik dan terburukku. Kau yang tak pernah kulupa, yang kuingat, kau adalah sebaik-baiknya lelaki yang memperjuangkan bahagiaku tanpa eluh setelah ayahku.
Entah mengapa, berada di dekatmu menjadi suatu candu yang paling kusukai. Berada di dekatmu, aku tak harus kesal bila kau yang memotong pembicaraan. Karena kau selalu bersedia menjadi pendengar yang hebat, kau tak pernah mengabaikan tiap kata yang kulontarkan tanpa pikir, kau berusaha memahami apa yang sebenarnya yang tak masuk akal dari kepalaku. Kau tak pernah memintaku berhenti berbicara, mesti suaraku sudah seperti seng tertiup angin. Hanya saja, kau selalu mengingatkanku untuk mengecilkan volume suaraku yang semakin lama semakin mengeras dan melengking.
Walaupun sering kujawab dengan kata,"Masa sih?". Dan kau hanya mengangguk dan tertawa ketika aku bertanya sambil berbisik di depan mukamu. Lalu akupun berbicara pelan-pelan lalu lama-lama mengeras lagi. Aku keras kepala mungkin seperti katamu. Tapi akupun tak benar-benar mengerti mengapa aku begitu antusias ketika bercerita denganmu tentang apa saja yang sedang kupikirkan. Aku mungkin sudah menemukan tempat penyimpan segala hal yang paling aman di dalam planet ini. Segala cerita dan khayal-khayalku, kau mampu menghafalnya dengan cepat. Dan hal yang menyenangkan pula setiap kali khayal-khayalku kau selalu mengaminkannya dengan wajah serius. Walaupun aku sedang bercanda denganmu.
Apakah kau tahu? Jika kau adalah lelaki yang pandai menilai sebaik-baiknya dan seburuk-buruknya diriku. Kau tak pernah mencela alih alih memakiku hingga menangis. Dan setelah lama aku sadari, kaupun adalah lelaki yang telah memahamiku keadaanku, apalagi seburuk-buruknya wajahku ketika menangis tapi kau masih bisa melihat kemolekan lain dari diriku. Bahkan saat siklus kewanitaanku datang, kau sudah menyiapkan hati yang begitu tabah untuk kumarahi.
Selain menjadi seseorang tabah, kaupun seseorang yang penuh dengan tekad. Apa yang kau inginkan, maka kau selalu berusaha mengubahnya jadi kenyataan. Lalu bagaimana mungkin aku bisa meragukanmu, jika dari sekarang kau begitu tangguh memperjuangkan sesuatu, melekaskan mimpi jadi hidup ketika terjaga. Aku percaya jika semesta terus merestui langkah kita, aku akan lebih bahagia dari hari ini dan hari esok bersamamu. Terimakasih Tuan selama ini kau telah memperlakukanku dengan manis.
Tuan? Kau ialah kekasih yang keistimewaannya tiada tara yang membuatku sendiri berdecak kagum ketika diam-diam memandangmu. Tetaplah seperti ini, menjadi lelaki yang tak punya kepulangan selain aku. Menjadi lelaki yang selalu kusyukuri kedatangannya.
Aku jatuh cinta tak sengaja kepada lelaki yang tekadnya seperti baja, yang matanya serupa kejora lalu dadanya berisi senja.
Aku menyayangimu. Sayangi aku lagi lebih lama dari selamanya. :*
Tidak ada komentar:
Posting Komentar