Ada hal yang paling penting sebelum kamu membaca surat ini, sebuah perintah yang harus dilaksanakan, jadi kamu harus membaca surat ini pagi hari. Kenapa? Iya saat pagi hari oksigen lagi banyak banyaknya dikeluarkan tumbuhan. Jadi kalau kamu bacanya malam-malam. Urungkan niatmu. Aku khawatir kamu kehabisan nafas di tengah-tengah perjalanan membaca. Oke mungkin ini berlebihan dan benar aku sedang becanda menulis pembuka surat dengan seperti ini.
Hai kamu. Semoga kamu tidak kejang-kejang membaca suratku kali ini. Jadi ada hal yang ingin aku katakan, perihal kita. Kau tahu tidak? Mencintai orang yang mencintai kita itu adalah kesempatan, kesempatan itu adalah waktu, sedangkan waktu adalah saat saat yang berharga, dan hal yang berharga ialah yang kita cintai. Kau paham maksudnya? Kupikir kau belum memahaminya, makanya mukamu tampan seperti itu. Sudahlah akupun bingung dengan apa yang aku katakan. Hahaha. Dan tak ada hal yang terlalu penting yang ingin aku tulis sebenarnya, suratku ini datang semata mata hanya ingin menyapa hingga kata kata ini dapat merayap pelan di bibirmu dan sampai menggema di kepalamu. Agar kau tak lupa bahwa aku ada dan tak pernah melangkah pergi. Aku masih berada dalam satu garis lingkaran bersamamu, masih menggenggam erat jemarimu, masih tegar dan siap untuk bertempur.
Oh ya, isi surat yang ini fokus sama kata kata yang ini aja ya. Teruntuk kamu yang mengajariku cara terjatuh paling elegan. Cara kecewa paling gaya. Memanupulasi rasa dan tulisan jadi mudah. Ah terima kasih. Terima kasih banyak padamu..
Nb : Kamu, jangan lalai. Jaga kesehatanmu, karena mungkin aku bukan perempuan yang selalu peka dan sering lengah memberikan perhatian.
Dari aku,
Perempuan yang selalu kekurangan..
Tidak ada komentar:
Posting Komentar