Ada radar yang mendeteksi tiap hal-hal yang tersirat :*
Kemarilah sepi..
Sapa aku dalam hati kecil yang bisu.
Hunus aku tepat dalam keramaian.
Matikan aku hingga berdarah-berdarah merasa luka.
Hingga aku terkubur gelap gulita ditemani olehmu, sepi.
Sesungguhnya aku ingin mengancungkan setinggi-tinggi tanganku dalam kerumunan ini.
Begini, pernahkah kamu memaki-maki orang lain hingga meluap-luap?
Pernahkah setelah memaki-maki, kamu memilih pergi dari tempat itu?
Pernahkah kamu setelah meninggalkan tempat itu, lalu mencari-cari tempat agar tak terlihat dari siapapun?
Pernahkan setelah menemukan tempat, lalu seketika itu kamu menangis sejadi jadi hingga tersedu-sedu meluapkan amarah dan penyesalan karna kamu menyebalkan?
Lalu pernahkah kamu setelah menangis, kamu pergi dari tempat itu meski dadamu sebenarnya terasa sesak akan janggal itu dan kamu mengutus dirimu untuk melupakan?
Dan pernahkah kamu berpikir untuk berhenti melakukan itu semua ?
Pernah.
Apa yang kita pikir menyenangkan, belum tentu kita beruntung merasakannya.
Bersyukur :")
Dan kita saling merafal doa dan saling mengaminkan dari bibir yang memudar pesonanya sebab lupa untuk berbagi senyum agar tak runtuhnya pertahanan kita.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar