ada radar yang mendeteksi tiap-tiap hal-hal yang tersirat :*
Bagaimana hari ini? Telah cukupkah keberanianmu menebus khawatiranmu?
Bahagiakah? Sedihkah?
Jangan tanyakan suatu hal yang tak bisa aku kalkulasi dengan jelas. Jika kau bertanya aku sedih? iya, namun tak begitu mengoyak hati hingga bernanah. Lalu bahagiakah? Iya bahagia, namun tak ku mendapati kupu-kupu menari diperutku. Aku mendekap dua rasa itu sekaligus.
Bahwa bahagia dan sedih bukanlah hal yang stagnan. Bisa saja orang yang membahagiakanmu sekarang belum tentu tak membuatmu sedih esok, sebaliknya orang yang membuatmu sedih, bisa saja membahagiakan. Kita hanya bermain disitu itu. Memilih dan dipilih , terbuang dan dibuang, singkirkan dan disingkirkan, dkk.
Hah .. Kehidupan terasa membosankan, penglihatan terasa abu-abu, jika memang harus terjebak di salah satunya, mungkin akan lebih mudah untuk dirangkai kisahnya, namun bila keduanya tumbuh secara bersamaan, membangun menara entah , jangan bicara tentang waktu, untuk sepatah kata kita panggul kau takkan menemukan aksara yang tepat. Aku tak menemukan cara untuk berdamai dengan hatiku, menggali samudara yang tak terlihat dasarnya.
Aku tak sedang tertawa dan tak sedang terisak.
Yang ku tahu pasti adalah suatu perihal ;
Perihal yang tak mungkin ku lakukan adalah menjadi lemah dihadapan siapapun, tapi aku mengecewakan seorang pengelana yang lelah. Untukmu ;
Lelaki pengelana , berjalanlah menemukan tempat peristirahatan sesungguhnya .
Tidak ada komentar:
Posting Komentar