Kamis, 05 Desember 2013

Tak semestinya :*

ada radar yang mendeteksi tiap-tiap hal-hal yang tersirat :*



Haloo halo..
Hari ini saya  sedang tercengang sendiri dan berpikir tentang sebuat status teman dijejaring sosial saya, begini nih statusnya : 

dia kan baru pacar orang, belum suami orang,
jadi...
jangan kakulah kayak buku baru

peduli amet !!

-senyum sinis-

What do you think about it?
Kalo saya sih langsung terinspirasi buat nulis -_-
Statusnya kacau banget kalo dirasa, seseorang yang terambisi untuk merusak hubungan orang lain. Okelah, saya tidak seharusnya berkata seperti itu, tapi mari kita berpikir panjang dan menelaahnya lagi.
Dia kan baru pacar orang? Lalu mengapa kalo sekedar pacar? Kamu punya hak memperjuangkan atau merusak gitu? Apakah jika kamu berhasil mendapatkannya, lalu kamu bisa membahagiakannya? Coba berpikir sebentar saja, jika kekasihmu (orang yang kamu cintai) di rebut, ditikung, diganjenin, digodain, dan semacamnyalah apa kamu rela? Risih gak sih? Uring-uring gak sih? YAKIN gak cemburu? Kalo gak cemburu katanya mario teguh, maka sesungguhnya kau tak mencintainya (kuranglebihnyabegitu) tp cemburunya dalam batas wajar tidak membabi buta hingga menuju ke tindak pidana kekerasan (awwww, cruel).
Lanjut ke kata PEDULI AMET ? menurut analisa saya, itu kata yang egois, mengapa? I think, dia ingin memilikinya, dia ingin mendapatknnya demi tawanya sendiri. Pernah gak kamu mikirin perasaan kedua pasangan yang terikat dalam hubungan pacaran tersebut? Mereka pacaran tentu karna sayang, cinta; karna itu juga cinta adalah kebahagian bagi keduanya. Lalu pantaskah kamu mengusik lembah kasih itu hanya karna kebahagianmu sendiri?
Maaf, jika saya berpendapat seperti itu, sebenarnya tak ada yang salah dengan cinta yang ada dihatimu, yang salah adalah ketika kamu harus muncul sebagai orang yang ke sekian hanya untuk merebut, mengusik, mengotak-atik hati dan pikirannya dengan terus menghubunginya tanpa batas, maka kau hanya melihat masa depanmu ;) .
Buat siapapun yang mencintai namun telah termiliki oleh yang lain ; Kamu cukup mencintainya, memandangnya diam-diam dari sudut yang tak terlihat olehnya. Hingga saat kelak, JIKA ada tangis, tangis, dan tangis dalam hari-harinya , maka itulah saat yang pantas untuk MEMPERJUANGKANNYA bukan saat ia bahagia dengan yang lain.
Kata bopak di YKS ; cinta tidak akan mati jika kita tidak mengotorinya :*
 

Tidak ada komentar: