Rabu, 18 Desember 2013

What Should I do?

ada radar yang mendeteksi tiap-tiap hal-hal yang tersirat :*

Selamat tenggelam dalam firasat yang bengis dan membuat kita terjaga !

Tentang firasat, kini aku merasakan, nyata, begitu nyata dan senyata-nyatanya. Bukan semacam kunang-kunang yang kedap-kedip.
Tentang nafas yang selalu menggema ; bee bee raa raa t . Begitulah.
Boleh aku berbisik lirih? ; aku si pencemburu amatir . Cemburu yang telah memonopoli sebidang hati. Dimana hati itu dalam fase memperbaiki diri yang sempat mengikis peduli. Hati yang ingin menyentuh predikat bahagia. Lantas? Apa yang harus aku lakukan? Ketika hati sendiri menipu untuk tidak berkata ; aku sedang marah, aku menangis, dan aku menelan kekecawaan.

Aku mendengar suaramu diujung telepon tadi, berceloteh tak jelas, dan tak jarang kau menggoda kesabaranku. Diujung sana kau tak mampu menerka apalagi melihat garis wajahkku yang gusar atas apa yang kau lafaskan tadi. Aku berusaha menahan ritme nafasku untuk tetap tenang, mengalikan relung yang sesak. Mendengar jawabanmu dan tanya dariku, membuat anganku berbisik; Kau mengenyahkan aku dalam waktumu saat hari jadi 3 bulan kita dan aku bukan siapa-siapa. What should i do?

Sesaat kau bertanya hal-hal citra tentang masalaluku, apa aku merindukan kenangan? Semoga saja kau percaya bahwa hati dan mulutku tidak sedang bersengkongkol untuk berdusta. Aku tidak lagi terjebak nostalgia masalalu atau kecipratan lumpur kenangan.



Semoga saja aku tidak dihantui oleh keluh sekarang. Keluh yang menggaungkan; hidup tak lagi menarik, hidup seolah-olah menunggu akhirnya saja, menanti hal mengganjal, segala hal berpaut pada firasat.

Maaf untuk keegoisanku sekarang dan atas celotehanku yang tidak penting, mungkin karna aku sadar, aku mulai mencintaimu lebih dari kemarin , maaf atas kelancanganku ..

Tidak ada komentar: