Senin, 18 November 2013

Sesederhana malam ini :')

ada radar yang mendeteksi tiap-tiap hal-hal yang tersirat :*


Loha loha pecandu malam.. Iya kamu pemuja rahasia itu :’)
Izinkan ku menoreh rindu tentang, sosokmu.


Apa kabar kau dimalam ini ? Bahagiakah? Semoga saja seperti harapanku. Hei kamu penyuka anime sepertiku,  lancang sekali menyelinap dalam ruang rinduku. Pahadal tiap hari kau sudah lalu lalang dalam ritme waktuku. Lalu mengapa aku harus merindu? Aku tak tau, tak jelas mengapa? Tiba-tiba hati ini melow, sesak,  kaku. Aaaaaaaaaaaaaaah andai saja kau kekasihku, sudah babak belur ku hantam kau dengan rindu !

Terbacakah isyarat tadi yang berusahaku sampaikan walau sekilas ? Maaf jika hanya itu yang bisa dipentaskan oleh tubuhku. Aku terlalu gengsi, cuek dan bahkan tidak peka sampai aku tak menyadari bahwa kau telah lama menempatkan aku dalam tabunya hatimu . Maaf pemuja rahasiaku :’) mungkin kau terlalu sering mengenal sakit karena mencintaiku diam-diam, diam-diam memperhatikan sosok biasa ini, diam-diam kau membuat lingkaran tawa untukku. Sungguh itu manis, pemuda. Tapi sudah kuduga kau akan lelah terabaikan olehku, tak dianggap ada keberadaannya, sekali lagi maaf. Seperti mata yang akan terkatup dengan sendirinya dikala lelah dan malam menjemput J. O iya, teman dekatku dulu pernah meyukaimu mungkin bahkan lebih, itu sebabnya aku tak yang ingin menyukaimu,  aku telah mengannggap kataku dikala itu pada dia(temandekat) adalah hal yang kramat. Aku takut menanggapimu, bahkan aku memusnahkan perasaan yang sempat menyelinap dalam lukaku saat itu. Lagu-lagu : Itu aku, pemuja rahasia, perahu kertas :D ahaaha

Tapi, aku melihat kini  lambat laun kau sentuh lembah tawa kehidupan dengan sosok istimewa (baru) yang merambat cepat disampingmu. Selamat pemudaku, selamat untuk keberhasilanmu, selamat menjadi lebih baik, selamat telah berpaling cinta(hati), selamat untukmu, mungkin hatimu kini penuh dengan ribuan bunga-bunga segar menutupi luka olehku. Tapi, tapi dan tapi aku melihat kekasihmu itu bersama pujangga lain. Maaf aku tak mengatakannya, sungguh aku tak punya sedikit keberanian untuk membuka kata dihadapanmu . Semoga saja kau tak (terlalu) mencintainya, maka ku tak harus merinding jika kau terluka (lagi) pemudaku.. Nikmati saja alurnya terluka adalah hal yang membelajarkanmu tentang kekuatanmu, dan sadari jarak kita tetap sama, takkan ada yang berubah. Aku dengan kekasihku dan kaupun dengan kekasihmu. Aku memilihnya karna aku mencintainya, dan kau memilihnya, entah mengapa. Itulah jalan. Cukup ! Aku ingin berkata lagi, aku tak tau tentang esok . Aku tak mengetahui secara elas tentang sosok dimasa depan. 1 hal, malam ini, aku merindukanmu..


Tidak ada komentar: