Stronomical Twilight
Waktuku tiba, apa ada yang mendatangiku selain azan?
Diambang gelap dan terang. Hanya dilambangi menyeruaknya cahaya putih. Apa cantiknya?
Sedangkan pagi sudah sombong dengan keramaian lalu lalang jalanan.
Siang? Begitu tangguh dengan teriknya. Menginjak-injak kepalamu, tak ada yang mampu mentandanginya.
Kau tahu sore. Yang selalu menghadiahkan senja, yang dibanggakan para perindu, yang diagung-agungkan sejagad pesonanya.
Malam lagi, ia selalu punya kerlap kerlip suci yang romantis, yang mengedip tiap saat. Tempat kepulangan mata-mata yang ingin pejam.
Tapi apa yang kupunya?
Aku hanya apa-apa yang disisakan malam.
Sebelum matahari tergelincir,
Dan aku terselip diwaktunya.
Tapi, para malaikat berkata ;
Kau tak usah cemas. Kami semua menyaksikanmu lahir.
Dan katanya..
Aku, dianugrahi dua sujud yang didalamnya lebih baik dari dunia dan seisinya.
Mataram, 19 Oktober 2015
Tidak ada komentar:
Posting Komentar