Jumat, 17 April 2015

Mimpi

Ada radar yang mendeteksi hal-hal yang tersirat :*

Untuk lelaki yang ku kagumi hingga kini...
Entah apa yang membuatku menulis lagi di sini setelah sekian lama ku buat berdebu tak berpenghuni. Tapi bukan berarti aku tak sempat menulis tentangmu lagi, tapi memang sengaja ku lakukan untuk membuat kau rindu. Bila aku ingin menulis tentangmu kadang aku menulisnya di suatu tempat, yang mungkin kau tak tahu atau mungkin sudah tahu dimana.
Ku dengar, akhir akhir ini kau sering didatangi mimpi buruk tentangku ya? Apa mungkin kau lupa berdoa sebelum tidur atau bagaimanalah. Sayangnya saat kau seperti itu, aku tak bisa mendatangimu sekedar menyudahi khawatir yang timbul karna mimpi buruk itu. Tapi maukah kau percaya pada hal hal baik dari mimpi itu? Bila tidak ada hal baik, maka bermimpilah lagi sampai kau temukan hal hal yang baiknya. Bicara tentang mimpi. Katamu mimpi buruk ialah cara otak melepas segala pikiran buruk terhadap sesuatu. Mungkin ada benarnya, kau bermimpi buruk mungkin kau karena kau terlalu banyak cemburu yang kau resap sendiri. Kau enggan bercerita tentang cemburu, entah mengapa kau tak ingin berbagi kepadaku. Kau pandai menyembunyikannya dalam dalam, seolah tak ada raut kesedihan di wajahmu yang selalu tampak menyenangkan. Ah tuan, akupun ingin menjadi sahabatmu; tempat keluh kesah yang menggetarkan hatimu, segala duka yang berlarian di kepalamu, ataupun perihal air yang takku lihat menetas dari matamu, katakanlah.
Aku hanya ingin yang pertama mengetahuinya, aku tak egoiskan, ber-asakan seperti ini?

Semoga saja tidak.
Lagi lagi, aku minta maaf tentang mimpi buruk itu, bermimpi tentangku bukanlah sebuah kesengajaan bukan, karena kita tak punya kuasa untuk mengatur seperti apa kita ingin bermimpi. Jika mungkin bisa, itu hanya ada dalam film Inception.
Tempat yang paling ku syukuri ialah kamu yang tak pernah menjadi menyebalkan karna sebuah mimpi, maksudku tak mendiamkanku karena uring uringan memikirkan yang tidak-tidak walaupun kau sebenarnya sedih tak ketulungan. Kamu pandai berpura-pura hanya untuk membuatku baik baik saja. Tapi hal yang menakjubkan, saat kau sedia bercerita tentang segalanya -bila saja aku sedang beruntung mendengarnya-. Dan saat waktunya tiba, aku bahagia sekali mendengar segala hal yang indah darimu, tentangmu yang mungkin saja terlewatkan.
Kapanpun kau ingin bercerita, aku akan sedia duduk manis dihadapanmu bila perlu aku tak usah berkedip. :))))
Salam Olahraga eh salam hangat dari rinduku.
Dari aku, perempuan yang bahagia dicintai oleh lelaki sepertimu.

Tidak ada komentar: