Minggu, 09 November 2014

Random

Entah mengapa apa kenapa.
Yang jelas pernahkah kau rasakan sepi hingga nadi nadimu berdenyut saja enggan?
Bagaimana rasanya. Rasa sepi seperti itu? Ah peduli sekali akan hal seperti itu.
Mati sajalah kau, aku tak peduli sepi.
Hurufku tetap hidup!
Tapi bagaimana tentang jiwa yang pergi sedang raga jemu sendiri.
Entah kemana pergi, tanpa petunjuk, setapak jejakpun tak ada atau sebenarnya hilang.
Yang tersisa raga, raga yang membosankan ditatap.
Lantas percumalah ragamu itu berparas menawan!
Jikalau jiwanya saja sukar menerima itu raganya sendiri.
"Pulang!", raga menggertak.
Namun jiwa tak tahu bahasa malah melenggang pergi kegirangan.

Sepuncuk surat tergeletak dalam gengamnya raga. "Carilah jiwa baru, yang mampu kau cintai sepenuh hati".

Kadang hati dan pikiran berselisih paham. Tak tahu menginginkan apa dan memenangkan apa.

Tidak ada komentar: