Kekasihku yang baik hati. Kemari, duduk di sampingku. Aku akan membacakanmu sebuah cerita yang berawal darimu dan berakhir dariku. Jadi katakan, apakah hari ini kau masih mencintaiku?
Tadi pagi aku bangun kesiangan. Kaki di atas kepala di bawah. Entah bagaimana aku tidur semalam hingga aku bangun dengan posisi tak wajar. Ah aku ingat semalam aku bermimpi.. Cerita mimpiku ini panjang. Ketika cerita mimpiku tak menarik kau boleh menghentikannya dengan cara apapun kamu mau.
..
Mimpiku semalam, aku tengah mencarimu diberbagai sudut yang memungkinkan kamu berada. Ke tempat pertama yang kudatangi yaitu tempat pertama kali aku jatuh telak oleh ucapanmu. Nirwana. Kau tau itu ? Iya, disana ku temui sekelompok wajah tak asing namun tak ada satupun yang menyerupaimu, aku bertanya dan katanya kau baru saja meninggalkan tempat ini, menceritakan banyak hal tentang bahagianya. Karna ku pikir kau baru sj disini. Aku berlari mncari jejakmu yg tersisa. Sedang hujan menyusul langkahku. Alhasil langkahmu terhapus tanpa sisa. Namun aku tak berhenti hingga akhirnya aku berhenti disuatu tempat. Aku kenal dengan baik tempat ini. Tempat dimana mata dimanja oleh tarian jingga gemulai membentuk senja. Aku tersungkur oleh keindahannya, jatuh hingga ada dua sosok yang menepuk pundakku. Aku sontak kaget, sekali lagi, aku mengenali sosok sosok ini. Mereka tersenyum ramah denganku. Mereka memelukku bergantian hingga isakku perlahan mereda.
Katanya kau baru saja kesini, meminta mutiara laut yang paling indah yang mereka miliki. Lalu kau pergi, sekali lagi karena kau baru saja disini, aku berlari lagi sekuat kuatnya meski kakiku sudah letih menopang. Aku tak peduli semasih langkahmu masih terlihat di tepi pantai. Lagi lagi langkahku terkejar oleh ombak. Iya lebih dulu menghempas jejakmu menjadi tiada. Aku tak lagi berlari . Aku brjalan tanpa arah. Hingga aku lelah dan beristirahat disebuah tempat. Aku pernah kesini, saat itu semesta sedang bahu membahu meletakkan bahagia dalam pelukmu. Lalu ada anak laki laki yang sedang berlari ke arahku.Tanpa sapa ia menarik tanganku membawa tubuhku ke suatu tempat. Hingga anak itu berhenti berlari dan aku tercengang tak percaya. Aku melihatmu tengah berdiri menunggu. Dengan setelan kemeja rapi. Kau mengulur tanganmu.
18 Januari 2015
Tidak ada komentar:
Posting Komentar